Ventilasi Industri | Just another Weblog Universitas Esa Unggul site

Bahan Presentasi Semester Genap

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER :

BAHAN PRESENTASI :

  1. Lecture-01_R lingkup, jennis & tipe VI
  2. Lecture-02_ Hidrodinamika
  3. Lecture-03_Defenisi Dasr (densitas,prinsip desain)
  4. Lecture-04_ Duct Losses (Prinsip Umum)
  5. Lecture-05_SistimVentilasi Pengenceran Udara
  6. Lecture-06_Dulusi ventilasi _standar ashrae
  7. Lecture-07_TAHAP RANCANGAN SISTIM VENTILASI
  8. Lecture-08-PROSEDUR PERANCANGAN
  9. Lecture-09_PERANCAHAN HOOD
  10. Lecture-10_PERANCANGAN -FAN
  11. Lecture-11_PERANCANAN AIR CLEANER
  12. Lecture-12_ EXHAUST SYSTEM DESAIN PROSEDUR
  13. Lecture-13_ PEMBUATAN LAPORAN DESAIN EXHAUST VENTILASI
  14. Lecture-14-PROSEDUR PERANCANGAN

SISTEM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Perancangan sistIm ventilasi dengan pengenceran udara didasarkan pada hipotesis bahwa konsentrasi polutan adalah sama di seluruh ruang yang bersangkutan. Jika Anda menganggap bahwa udara yang disuplai ke dalam ruang tersebut bebas dari polutan dan bahwa pada waktu awal konsentrasi dalam ruang adalah nol, anda perlu mengetahui dua fakta untuk menghitung laju diperlukan ventilasi: jumlah dari bahan pencemar yang dihasilkan dalam ruang dan tingkat konsentrasi lingkungan yang dicari (yang diduga akan sama di seluruh area).SISTIMI VENTILASI PENLecture-05_SistimVentilasi Pengenceran UdaraGENCERAN

Bahan Presentasi Semester Genap

BAHAN PRESENTASI:

  1. Ventilasi Industri Pertemuan 1
  2. Ventilasi Industri Pertemuan 2
  3. Ventilasi Industri Pertemuan 3
  4.  Ventilasi Industri Pertemuan 4
  5. a. Ventilasi Industri Pertemuan 5
  6. b. Studi Kasus Pertemuan 5
  7. Ventilasi Industri Pertemuan 6
  8. Ventilasi Industri Pertemuan 7
  9. Ventilasi Industri Pertemuan 8
  10. Ventilasi Industri Pertemuan 9
  11. Ventilasi Industri Pertemuan 10
  12. Ventilasi Industri Pertemuan 11
  13. Ventilasi Industri Pertemuan 12
  14. Ventilasi Industri Pertemuan 13
  15. Ventilasi Industri Pertemuan 14

BAHAN PENGAYAAN:

  1. Blog Dosen 1
  2. Blog Dosen 2
  3. Blog Dosen 3

MODUL PEMBELAJARAN :

  1. RAP Perkuliahan Ventilasi Industri
  2. Modul 1, Jenis dan Tipe Ventilasi
  3. Modul 2, Hidrodinamika
  4. Modul 3,Prinsip Umum Ventls
  5. Modul 4,Sistem Ventilasi Pengenceran
  6. Modul 5,Perancangan Sistim Ventilasi Industri
  7. Modul 6,Perancangan – HOOD
  8. Modul 7,FAN
  9. Modul 8,Pembersih Udara
  10. Modul 9,Perhi Peranc Sistim Ventilasi Lokal

DAFTAR PUSTAKA:

  1. Buku 1
  2. Buku 2
  3. Buku 3

PENILAIAN:

  1. Kehadiran 20%
  2. Tugas 10%
  3. UTS 30%
  4. UAS 40%

LAPORAN TUGAS DESAIN, CONTOH

Ventilasi industri salah satu alternatif untuk mengendalikan kondisi lingkungan kerja atau alat kontrol engineering (kerekayasaan) dengan menyuplay aliran udara bersih, ke area ruang tempat kerja guna menghilangkan kontaminan, atau proses pertukaran udara dengan cara pengeluaran udara terkontaminasi dari ruang tempat kerja, melalui saluran buang, dan pemasukan udara segar melalui saluran masuk, KLIK DISINILaporan_TUGAS DESAIN LEV

VENTILASI PENGENCERAN UADARA ASHRAES

American Society of Heating, Refrigerating, dan Air Conditioning Engineers (ASHRAE), banyak membahas tentang ventilasi umum, yang digunakan rancangan ventilasi banguan gedung,hunian, dan pelayanan-pelayanan public, yang mana fungsinya   adalah proses “mengubah” atau mengganti udara dalam ruang apapun untuk memberikan kualitas udara yang tinggi dalam ruangan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan (misalnya untuk mengontrol suhu, mengisi oksigen, atau menghilangkan bau, asap, panas/menghilangkan kalor yang berlebihan, debu, bakteri di udara, dan gas-gas pembakaran (CO2) yang ditimbulkan oleh pernafasan dan  proses-proses pembakaran).IKK-365-VENTILASI PENGENCERAN UADARA ASHRAES

TAHAPAN PERANCANGAN SISTEM VENTILASI LOKAL

Pemilihan sistim ventilasi industri khususnya sistim ventilasi lokal dan proses perancangannya terdiri dari tiga tahap, yaitu (i) pemilihan (seleksi), (ii) perancangan sistim, dan  (iii) perancangan proses.

Langkah-langkah yang sering digunakan dalam perancangan sistim ventilasi industri, yaitu :

Langkah pendahuluan ;

Melakukan pengamatan langsung pada ruang kerja dan lingkungan pabrik, dan juga melakukan pemetaan pabrik dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Data yang diambil adalah penentuan posisi 2D, yaitu pengambilan koordinat X dan Y pada titik yang telah ditentukan sebelumnya, koordinat tersebut di plot menjadi sebuah peta garis yang mengambarkan area pabrik.

Langkah kedua,

Yaitu data tentang kosentrasi, partikulat, gas, asap, atau uap untuk melihat batas pemaparan. Untuk perlu diadakan usaha-usaha mengantisipasi, pengenalan/rekoknisi, evaluasi faktor-faktor lingkungan yang timbul di/dari tempat kerja. Di Indonesia perihal batas pemaparan dituangkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER. 13/MEN/X/2011, tentang NAB (Nilai Ambang Batas) faktor fisika dan kimia di tempat kerja. Istilah nilai ambang batas sama dengan Threshold Limit Values (TLV), dari American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH)

Langkah ketiga,

Perancangan, hood, duct atau pipa, air cleaning devis/air pollution control (APC) equipment atau alat pembersih udara, dan fan.TAHATAHAPAN PERANCANGAN SISTEM VENTILASI LOKALPAN PERANCANGAN SISTEM VENTILASI LOKAL